Fakta Menarik tentang Misi Luar Angkasa Yang Pertama
Proyek Persaingan Dua Negara AdidayaSetelah perang dunia ke II ,Uni Soviet dan Amerika menjadi dua Negara adidaya yang terlibat dalam perang dingin.Masing-masing berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam segala bidang,dan tidak luput di bidang space race alias perlombaan teknologi untuk mencapai luar angkasa.Dan pada akhirnya Rusia keluar sebagai pemenangnya,walaupun pada waktu itu dunia tidak tahu dibalik keberhasilannya ternyata Rusia belum benar-benar siap untuk melaksanakan misi ini dan seakan memaksakan.
Proyek Persaingan Dua Negara Adidaya Setelah
perang dunia ke II ,Uni Soviet dan Amerika menjadi dua Negara adidaya
yang terlibat dalam perang dingin.Masing-masing berusaha untuk menjadi
yang terdepan dalam segala bidang,dan tidak luput di bidang space race
alias perlombaan teknologi untuk mencapai luar angkasa.Dan pada akhirnya
Rusia keluar sebagai pemenangnya,walaupun pada waktu itu dunia tidak
tahu dibalik keberhasilannya ternyata Rusia belum benar-benar siap untuk
melaksanakan misi ini dan seakan memaksakan.
Proyek Terkesan Dipaksakan
Keinginan
Rusia yang ingin menjadi yang pertama dalam misi luar angkasa berimbas
pada ketidaksiapan proyek tersebut,Hal ini terungkap dari percakapan
yuri Gagarin dengan menara control sebelum peluncuran dimulai..namun
pada waktu itu pemerintah Rusia terkesan menutup-nutupi celah kesalahan
berikut ini:
- Teknisi Rusia lupa
untuk mengikat salah satu peralatan penting dengan pita perekat yang
berakibat Yuri Gagarin harus dibuat repot untuk mengikat peralatan
tersebut padahal detik-detik peluncuran akan segera dimulai Yuri Gagarin
disuruh memperbaiki posisi pintu masuk pesawat dikarenakan salah satu
panel kendali utama tidak berfungsi.
- Berat yuri Gagarin setelah memakai baju kosmonot(sebutan rusia untuk
astronot) 14 kilogram lebih berat dari ambang batas yang diizinkan
- Beberapa kabel yang digunakan untuk mengaktifkan pembacaan sensor tekanan udara dan temperature tidak sengaja terpotong.
- Total ada 11 kesalahan dan kondisi abnormal terjadi selama 108 menit
misi penerbangan Gagarin padahal jika ada gangguan pada mesin
vostok,Gagarin diharuskan mendarat darurat dengan teknik pengereman
atmosfer yang mana nantinya dibutuhkan waktu sebulan padahal cadangan
makanan yang dibawa Cuma cukup untuk seminggu
Lanjutan dari proyek uji coba yang gagal
Sebelum
misi luar angkasa dengan manusia resmi diluncurkan sebetulnya Rusia
sudah melakukan beberapa proyek sebagai uji coba namun faktanya uji coba
tersebut mengalami kegagalan.Pada akhir 1950-an pemerintah rusia gencar
melakukan uji coba penerbangan pesawat luar angkas dengan 2 hewan
sebagai penumpangnya yang berakhir salah satunya anjing bernama Laika
mati hanya beberapa jam setelah peluncuran dilaksanakan dan belum sempat
mencapai luar angkasa.Sebulan sebelum Yuri Gagarin diterbangkan rusia
kembali melakukan uji coba lagi dan berhasil sukses,,tapi faktanya uji
coba ini tidak mengikut sertakan hewan ataupun manusia sebagai
awaknya.Namun Dewan Rusia tetap memutuskan penerbangan luar angkasa
dengan manusia dapat dilaksanakan berdasarkan hasil uji coba tanpa awak
ini. Setelah beberapa waktu keberhasilan peluncuran pesawat ada satu
pernyataan menarik dari ilmuwan rusia…"Jika waktu itu kami sudah
memperhitungkan keandalan kapal (luar angkasa Vostok) menurut standar
modern, kami tak akan berani mengirimkan manusia ke angkasa," tutur
Chertok, yang merupakan rekan kerja Sergei Korolev, desainer legendaris
pesawat Vostok.
Gagarin mendarat jauh dari titik yang ditentukan
Wartawan
Rusia,Anthon Perfushin dalam bukunya 108 minutes That Changed the world
mengungkapkan kebohongan pemerintah Rusia yang mana para ilmuwan Rusia
sebelumnya menyatakan Yuri Gagarin mendarat dengan selamat di dalam
kapsulnya.Faktanya dalam buku wartawan Rusia ini menyatakan Yuri Gagarin
ternyata mendarat sekitar 250 km dari titik pendaratan yang ditentukan
akibat kesalahan perhitungan para ilmuwan rusia alias dengan kata lain
sangat jauh melenceng.Setelah sekali memutar bumi di jalur orbitnya pada
ketinggian 7000 meter Gagarin diharuskan untuk meloncat (eject) keluar
dari kapsul dengan dua parasut yang mengembang,parasut satu membawa
kapsul dan parasut kedua membawa Gagarin mendarat di level aman,,karena
jarak yang ditentukan melenceng jauh akibatnya tidak ada satupun manusia
di bumi yang menyambutnya,setelah mendarat Gagarin baru menghubungi
pangkalan untuk melaporkan titik pendaratannya yang kemudian dijemput
helicopter yang sudah disiapkan pihak Rusia.Namun hal ini disembunyikan
Rusia selama bertahun-tahun
Yuri Gagarin Bukan calon Tunggal astronot
Yuri
Gagarin bukanlah satu-satunya pilihan yang akan berkesempatan dicatat
sejarah sebagai kosmonot pertama dunia. Ternyata ada 2 calon kosmonot
potensial yang saat itu disiapkan Uni Soviet, yaitu German Titov dan
Yuri Gagarin. Nah, ada kesulitan untuk memilih siapa yang nanti akan
menjadi kosmonot pertama itu. Titov dikenal sebagai seorang yang brilian
dan jenius sementara Gagarin memiliki kepribadian yang simpatik walau
mungkin kalah dalam urusan kejeniusan. Gagarin dipandang memiliki
karakter yang terbuka dan menyenangkan sementara Titov lebih bergaya
sebagai seorang profesor atau guru. Sebuah proses pengambilan keputusan
yang sulit sehingga 4 hari sebelum penerbangan barulah pilihan
dijatuhkan yaitu Yuri Gagarin, sementara Tito sebagai cadangan. Dalam
sudut pandang pencitraan, pemerintah Uni Soviet berpandangan bahwa Yuri
Gagarin lebih potensial mewakili rakyat Soviet untuk pergi ke angkasa
karena kepribadiannya yang hangat, sikapnya yang terbuka dan
kecerdasannya yang di atas kebanyakan orang. Di atas pundaknya, citra
Uni Soviet dalam perlombaan ke ruang angkasa ini akan dibangun
Astronot Pertama Hanya anak seorang tukang Kayu
Tentu kalau agan baca judul diatas banyak yang gak percaya,sama ane juga gan
.Tapi faktanya
Pemuda kelahiran 9 maret 1934 di Rusia ini hanyalah anak dari seorang
tukang kayu dan ibunya petani biasa,,walaupun berasal dari keluarga
sederhana dan tinggi badan hanya sekitar 157 cm tidak membuat YuRI
Gagarin patah arang.Dengan semangat dan tekad luar biasa Yuri akhirnya
berhasil menjadi pilot tempur di soviet air force. Setelah perang dunia
ke II Rusia mulai gencar melaksanakan program luar angkasa dan Yuri
Gagarin merasa tertarik untuk ikut serta dalam program pemerintah,,dan
berkat kecerdasan dan ketekunanannya pula YURI berhasil mengalahkan 3000
calon kosmonot,,akhirnya dia terpilih menjadi salah seorang calon
kosmonot dan sejak tahun 1959 mengikuti pelatihan kosmonot di daerah
pinggiran kota Moskow.semangatnya patut ditiru gan
..Dan prestasi itu membuatnya menjadi salah satu tokoh yang akan dikenang masyarakat dunia hingga akhir masa.
Yuri Gagarin dan Indonesia
Yuri
Gagarin sempat melekat di hati rakyat Indonesia pada jaman Bung Karno
berkuasa. Beliau juga sempat menerima penghargaan “Bintang Mahaputra
Adiprana” dari bung Karno.Beliau juga sempat berkunjung ke Indonesia dan
dielu-elukan bak pahlawan dari negeri sendiri. Harap maklum,
penerbangan Gagarin ke ruang angkasa membuat AS kalah start dari Soviet
dalam perlombaaan ruang angkasa mereka. Jadi jangan heran kalau sejak
itu banyak bayi yang dinamai oleh orang tua mereka dengan nama “Yuri”
atau “Gagarin”, nama yang sebenarnya cukup asing di telinga
kita.Kejadian bersejarah ini juga menginspirasi Indonesia untuk terlibat
dalam pengembangan teknologi roket. Berbanggalah, Indonesia adalah
negara Asia-Afrika kedua (setelah Jepang) yang mampu meluncurkan roket
ke angkasa. Nama roketnya adalah Kartika-1 dan berhasil diluncurkan pada
tanggal 14 Agustus 1964, hanya 19 tahun setelah Indonesia merdeka.
Kalau kemudian teknologi peroketan kita tersendat di jaman Presiden
Soeharto, Agan tahulah mengapa bisa terjadi
.Ada
orang Indonesia yang hampir saja mampu mengikuti jejak Yuri Gagarin
untuk pergi ke ruang angkasa. Bulan Oktober 1985, Dr. Pratiwi Sudarmono
terpilih oleh NASA untuk menjadi salah satu astronotnya, tentu saja
dengan proses penyaringan yang sangat berat. Sayang, tidak lama kemudian
pesawat ulang-alik Chalenger meledak dalam sebuah kecelakaan sehingga
mengubur impian kita untuk bisa mengirimkan Dr. Pratiwi ke ruang
angkasa. ang lebih menyakitkan, selanjutnya kita kalah oleh Malaysia
yang berhasil mengirimkan seorang warganya ke ruang angkasa. Sebagai
bagian dari paket pembelian 18 pesawat tempur Sukhoi, Malaysia berhasil
mengirimkan seorang warganya untuk menjadi kosmonot di Laboratorium
ruang angkasa ISS. Namanya adalah Sheikh Muszaphar Shukor Al Masrie bin
Sheikh Mustapha, terbang pada tanggal 10 Oktober 2007 dan kembali ke
bumi 12 hari kemudian.
Lanjutan dari proyek uji coba yang gagal
Sebelum
misi luar angkasa dengan manusia resmi diluncurkan sebetulnya Rusia
sudah melakukan beberapa proyek sebagai uji coba namun faktanya uji coba
tersebut mengalami kegagalan.Pada akhir 1950-an pemerintah rusia gencar
melakukan uji coba penerbangan pesawat luar angkas dengan 2 hewan
sebagai penumpangnya yang berakhir salah satunya anjing bernama Laika
mati hanya beberapa jam setelah peluncuran dilaksanakan dan belum sempat
mencapai luar angkasa.Sebulan sebelum Yuri Gagarin diterbangkan rusia
kembali melakukan uji coba lagi dan berhasil sukses,,tapi faktanya uji
coba ini tidak mengikut sertakan hewan ataupun manusia sebagai
awaknya.Namun Dewan Rusia tetap memutuskan penerbangan luar angkasa
dengan manusia dapat dilaksanakan berdasarkan hasil uji coba tanpa awak
ini. Setelah beberapa waktu keberhasilan peluncuran pesawat ada satu
pernyataan menarik dari ilmuwan rusia…"Jika waktu itu kami sudah
memperhitungkan keandalan kapal (luar angkasa Vostok) menurut standar
modern, kami tak akan berani mengirimkan manusia ke angkasa," tutur
Chertok, yang merupakan rekan kerja Sergei Korolev, desainer legendaris
pesawat Vostok.Gagarin mendarat jauh dari titik yang ditentukan
Wartawan Rusia,Anthon Perfushin dalam bukunya 108 minutes That Changed the world mengungkapkan kebohongan pemerintah Rusia yang mana para ilmuwan Rusia sebelumnya menyatakan Yuri Gagarin mendarat dengan selamat di dalam kapsulnya.Faktanya dalam buku wartawan Rusia ini menyatakan Yuri Gagarin ternyata mendarat sekitar 250 km dari titik pendaratan yang ditentukan akibat kesalahan perhitungan para ilmuwan rusia alias dengan kata lain sangat jauh melenceng.Setelah sekali memutar bumi di jalur orbitnya pada ketinggian 7000 meter Gagarin diharuskan untuk meloncat (eject) keluar dari kapsul dengan dua parasut yang mengembang,parasut satu membawa kapsul dan parasut kedua membawa Gagarin mendarat di level aman,,karena jarak yang ditentukan melenceng jauh akibatnya tidak ada satupun manusia di bumi yang menyambutnya,setelah mendarat Gagarin baru menghubungi pangkalan untuk melaporkan titik pendaratannya yang kemudian dijemput helicopter yang sudah disiapkan pihak Rusia.Namun hal ini disembunyikan Rusia selama bertahun-tahun Yuri Gagarin Bukan calon Tunggal astronot
Yuri Gagarin bukanlah satu-satunya pilihan yang akan berkesempatan dicatat sejarah sebagai kosmonot pertama dunia. Ternyata ada 2 calon kosmonot potensial yang saat itu disiapkan Uni Soviet, yaitu German Titov dan Yuri Gagarin. Nah, ada kesulitan untuk memilih siapa yang nanti akan menjadi kosmonot pertama itu. Titov dikenal sebagai seorang yang brilian dan jenius sementara Gagarin memiliki kepribadian yang simpatik walau mungkin kalah dalam urusan kejeniusan. Gagarin dipandang memiliki karakter yang terbuka dan menyenangkan sementara Titov lebih bergaya sebagai seorang profesor atau guru. Sebuah proses pengambilan keputusan yang sulit sehingga 4 hari sebelum penerbangan barulah pilihan dijatuhkan yaitu Yuri Gagarin, sementara Tito sebagai cadangan. Dalam sudut pandang pencitraan, pemerintah Uni Soviet berpandangan bahwa Yuri Gagarin lebih potensial mewakili rakyat Soviet untuk pergi ke angkasa karena kepribadiannya yang hangat, sikapnya yang terbuka dan kecerdasannya yang di atas kebanyakan orang. Di atas pundaknya, citra Uni Soviet dalam perlombaan ke ruang angkasa ini akan dibangun Astronot Pertama Hanya anak seorang tukang Kayu
Tentu kalau agan baca judul diatas banyak yang gak percaya,sama ane juga gan
Pemuda kelahiran 9 maret 1934 di Rusia ini hanyalah anak dari seorang tukang kayu dan ibunya petani biasa,,walaupun berasal dari keluarga sederhana dan tinggi badan hanya sekitar 157 cm tidak membuat YuRI Gagarin patah arang.Dengan semangat dan tekad luar biasa Yuri akhirnya berhasil menjadi pilot tempur di soviet air force. Setelah perang dunia ke II Rusia mulai gencar melaksanakan program luar angkasa dan Yuri Gagarin merasa tertarik untuk ikut serta dalam program pemerintah,,dan berkat kecerdasan dan ketekunanannya pula YURI berhasil mengalahkan 3000 calon kosmonot,,akhirnya dia terpilih menjadi salah seorang calon kosmonot dan sejak tahun 1959 mengikuti pelatihan kosmonot di daerah pinggiran kota Moskow.semangatnya patut ditiru gan
Yuri Gagarin sempat melekat di hati rakyat Indonesia pada jaman Bung Karno berkuasa. Beliau juga sempat menerima penghargaan “Bintang Mahaputra Adiprana” dari bung Karno.Beliau juga sempat berkunjung ke Indonesia dan dielu-elukan bak pahlawan dari negeri sendiri. Harap maklum, penerbangan Gagarin ke ruang angkasa membuat AS kalah start dari Soviet dalam perlombaaan ruang angkasa mereka. Jadi jangan heran kalau sejak itu banyak bayi yang dinamai oleh orang tua mereka dengan nama “Yuri” atau “Gagarin”, nama yang sebenarnya cukup asing di telinga kita.Kejadian bersejarah ini juga menginspirasi Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi roket. Berbanggalah, Indonesia adalah negara Asia-Afrika kedua (setelah Jepang) yang mampu meluncurkan roket ke angkasa. Nama roketnya adalah Kartika-1 dan berhasil diluncurkan pada tanggal 14 Agustus 1964, hanya 19 tahun setelah Indonesia merdeka. Kalau kemudian teknologi peroketan kita tersendat di jaman Presiden Soeharto, Agan tahulah mengapa bisa terjadi






0 Response to " "
Posting Komentar